id

Pilih-pilih Menu Buka Puasa di Bazar Kuliner Cilegon

By  Mei 29, 2017 | 01:26
Martabak Bryan di bazar kuliner Cilegon menjadi salah satu makanan yang diminati masyarakat untuk disajikan sebagai makanan buka puasa. (Banten Hits/ Iyus Lesmana)

Cilegon - Sore hari saat bulan ramadan merupakan waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat berburu makanan dan minuman untuk disantap saat berbuka setelah seharian menahan lapar dan haus.

 

Di berbagai tempat akan sangat mudah dijumpai para pedagang yang menjajakan makanan dan minuman khas bulan ramadan. Untuk memudahkan masyarakat memilih menu makanan yang diinginkan, tersedia pula pusat jajanan ramadan.

Salah satunya bazar kuliner yang digelar Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) warga Pondok Cilegon Indah (PCI), di Bundaran Segitiga Homestay, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan/Kota Cilegon.

Tak kurang, 80 pedagang menjajakan berbagai makanan dan minuman di bazar kuliner yang menjadi bagian dari safari ramadan tersebut. Beragam makanan dan minuman bisa dijumpai di lokasi ini sehingga masyarakat lebih mudah memilih makanan yang sesuai dengan keinginan.

Ketua FKPM yang juga Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman Umar menuturkan, selain memudahkan masyarakat mencari makanan untuk berbuka puasa, bazar kuliner juga bertujuan mengurai kemacetan di wilayah tersebut.

"Di luar pintu masuk PCI banyak pedagang sehingga menimbulkan kemacetan. Jadi kita bekerja sama dengan dengan Foker C (Forum Ketua RT/RW) dan Karang Taruna menggelar kegiatan ini. Kita ajak para pedagang memanfaatkan lahan kosong di segitiga homestay," kata Fakih, Minggu (26/5/2017).

Pedagang yang ada di bazar kuliner tak hanya berasal dari Cilegon, beberapa pedagang lainnya dari sejumlah daerah, semisal dari wilayah Serang dan Pandeglang turut meramaikan kegiatan yang digelar rutin setiap tahunnya ini.

"Daripada peagang ini menganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, kita akomodir. Pengguna jalan nyaman, mereka (pedagang-red) juga enak berjualan," jelasnya.

Awen, pedagang martabak Bryan mengaku, bulan ramadan membawa keberkahan bagi usahanya. Ia mengaku, pendapatannya meningkat 30-40 persen jika dibandingkan hari biasa.

"Hari biasa sekitar Rp5 juta, kalau bulan puasa begini bisa dapat sampai Rp7 jutaan. Menurut pembeli, harga martabak yang kami jual relatif lebih murah," tuturnya.(Nda)

Iyus Lesmana

Pernah bekerja untuk sejumlah stasiun televisi nasional dan internasional seperti Global TV dan BBC News. Pengalaman luar biasa yang pernah dialaminya ketika membuat laporan untuk BBC News di laut lepas Selat Sunda terkait imigran gelap. Bergabung di situs berita Banten Hits sejak 2013.