id

Perajin Rengginang di Tangerang Raup Omzet Melimpah Jelang Lebaran

By  Jun 16, 2017 | 19:05
Uum, pembuat rengginang saat sedang menjemur kue kering hasil buatannya.(Banten Hits/Tifa Auliani)

Tangerang - Momen Lebaran juga menjadi berkah bagi pembuat kue kering rengginang. Menjelang Lebaran, para pembuat kue rengginang kuwalahan melayani pesanan.

 

Seperti yang dialami Uum (45), pembuat kue rengginang asal Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang. Tiap menjelang Lebaran, usaha kue renggingang ibu paruh baya itu selalu kebanjiran pesanan.

"Ya kalo omset mah Alhamdulillah, ya bisa sampe 100%, ada aja gitu orang yang dateng dan mesen," ucapnya, Jum'at (16/6/2017).

Selain menjadi tempat tinggal, rumah dengan bangunan sederhana tapi lumayan luas itu juga menjadi pabrik pembuatan rengginang bagi Uum. Tiap hari beberapa pekerja yang membantunya membuat rengginang di rumah itu.

"Awalnya karena ibu saya di kampung bikin rengginang, setelah itu saya pikir kenapa ga saya buat juga di Kota Tangerang, yang penduduknya lebih banyak pasti lebih laris juga," ujar Uum.

Di halaman muka rumahnya itu terlihat penuh rengginang yang sedang dikeringkan. Rengginang yang sudah direbus dan dicetak secara manual itu dijemur di bawah terik matahari.

"Kalau cuaca bagus hanya butuh 20 jam untuk mengeringkan rengginang," katanya.

Uum menjelaskan, makanan rakyat yang gurih dan garing ini memang cocok untuk ngemil, jadi tidak heran kalau peminatnya dari penjuru negeri ini.

"Kalo ini udah dikirim ke berbagai daerah sih, terutama di pulau Jawa, sama ada beberapa pembeli yang bawa rengginangnha ke Singapura, Arab, dan India," tuturnya.

Harga yang ditawarkan juga tidak mahal, cukup membayar Rp 18.000, kita sudah bisa membawa satu bungkus dengan isi 26 keping, dengan berbagai Varian rasa ada ketan putih bawang, ketan putih trasi, dan ketan hitam trasi.(Zie)