id

Kemiskinan Hambat Pandeglang Jadi Kabupaten Layak Anak

By  Mei 29, 2017 | 12:32
Salman (70), kakek sebatang kara warga Kampung Simpang, Desa Kumbang Kampil, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang sudah 10 tahun tinggal di sebuah gubuk reyot.(Dok. Banten Hits)

Pandeglang - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pandeglang menargetkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) bisa didapat pada tahun 2019.

 

BACA JUGA: Dinas Perlindungan Anak Target Pandeglang Kabupaten Layak Anak 2019

Untuk mewujudkan Pandeglang sebagai KLA, daerah yang masih menyandang predikat sebagai daerah tertinggal ini harus mampu memenuhi indikator yang ditetapkan.

Persoalan lain yang tak lupa harus dituntaskan agar KLA bisa terwujud di kabupaten yang dipimpin Irna Narulita ini adalah masalah kemiskinan. Pasalnya, kemiskinan dan KLA dinilai menjadi dua hal yang saling berkaitan.

BACA JUGA: 60 Ribu Warga Miskin Pandeglang Belum Tercover Jaminan Sosial

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Entis Sutisna, Senin (29/5/2017), mengatakan, penanganan warga miskin harus dilakukan secara optimal. Menurutnya, predikat KLA akan sulit dicapai Pandeglang jika masih banyak warga miskin.

"Kalau pengentasan kemiskinan belum optimal dan kemiskinan masih tinggi, otomatis KLA belum bisa kita capai. Tapi saya tidak katakan Pandeglang tidak bisa jadi KLA karena itu sudah ditentukan pemerintah," beber Entis.

BACA JUGA: Janda Tua dan Cucunya di Sukaratu Pandeglang Tinggal di Gubuk Reyot

Meski menjadi menjadi salah satu tim menuju KLA, namun Entis belum mengetahui target capaian KLA.

"Kita memang masuk, ada beberapa program kita untuk anak-anak penyandang disabilitas dengan membekali mereka keterampilan dan memfasilitasi agar mereka bisa mandiri," tuturnya.

Terpisah, Pj Sekda Pandeglang Feri Hasanudin justru belum mengetahui jika saat ini pemkab tengah berupaya mewujudkan KLA.

"Waduh, saya baru tahu dan baru dengar. Tapi memang arah tujuan kebijakan dan program ke sana. Tapi saya berharao satu-satu saja dulu. Artinya fokus pada persoalan-persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyatakat," saran Feri.(Nda)