id

Minim Petunjuk, Polisi Kesulitan Ungkap Kematian Ayu Octaviani

By  Jun 09, 2017 | 16:37
AKP Zamrul Aini. (Dok. Banten Hits)

Lebak - Dugaan Ayu Octaviani mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro Rangkasbitung tewas karena dibunuh muncul setelah hasil autopsi menunjukkan adanya bekas tekanan pada bagian leher.

 

Bekas tekanan tersebut yang diduga kuat menjadi penyebab nafas Ayu berhenti hingga akhirnya mayat Ayu ditemukan mengapung di Sungai Ciujung, Kabupaten Lebak, Jumat (24/3/2017) lalu.

BACA JUGA: Nafas Berhenti Sebelum Tenggelam, Ayu Octaviani Tewas Dibunuh?

Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Zamrul Aini, Kamis (8/6/2017) mengatakan, dari serangkaian pemeriksaan terhadap 20 lebih saksi termasuk rekaman CCTV ATM kampus dan isi percakapan handphone milik Ayu, polisi belum menemukan petunjuk apapun.

"Semua sudah diperiksa, masih minim petunjuk yang mengarah kepada seseorang. Masih minim ya," ujar Zamrul.

BACA JUGA: Sebelum Tewas, Ini SMS Terakhir Ayu Octaviani ke Kekasihnya

Minimnya petunjuk inilah yang membuat polisi masih kesulitan mengungkap kasus tersebut.

"Belum ada petunjuk orang yang terakhir melihat Ayu dengan siapa, itu belum ada, masih kita dalami," ujarnya.

Terkait dengan adanya saksi kunci yang pernah disebut oleh Akhmad Hakiki Hakim, kuasa hukum keluarga Ayu saat itu, Zamrul meminta hal itu dibuktikan.

"Bukan kuasa hukum ya. Saya minta kalau memang ada bukti kami minta sampaikan, tapi sampai sekarang tidak ada datang ke polres. Kan bisa jadi fitnah kalau dia bilang ada ternyata enggak ada, kita sudah minta loh tapi enggak datang ke sini," papar Zamrul.

BACA JUGA: Hakiki Bukan Lagi Kuasa Hukum Setelah Sebut Ada Saksi Kunci Kematian Ayu

Kasus kematian Ayu juga ikut menyita perhatian anggota DPRD Lebak Pipit Chandra. Ia berharap, polisi mampu mengusut kasus ini menjadi terang benderang mengungkap kebenaran apakah Ayu tewas karena dibunuh atau bukan.

BACA JUGA: Aksi Longmarch Tuntut Polisi Ungkap Kematian Mahasiswi La Tansa Mashiro Dibubarkan

"Kalau memang dibunuh, saya meminta segera polisi tangkap pelakunya dan mengungkap ini secara utuh. Dibunuh atau bukan, semoga pihak keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran," katanya.(Nda)

Ananda Deni

Memutuskan pilihan hidup sebagai jurnalis setelah masa-masa kuliahnya dulu dihabiskan dalam dunia pergerakan kampus. Pernah aktif di sejumlah organisasi kemahasiswaan dan bergabung dengan situs berita Banten Hits pada 2013.