id

Pecat Ketua STKIP, Yayasan Setia Budhi Rangkasbitung Dinilai Arogan

By  Jun 13, 2017 | 18:38
Ilustrasi. Dipecat. (beritasatu)

Lebak - Ketua Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Setia Budhi Rangkasbitung, Madsidi, dipecat pihak yayasan.

 

Saat dihubungi, Selasa (13/6/2017), Madsidi mengatakan, ia resmi diberhentikan sejak Sabtu (10/6). Selain tak sesuai dengan prosedur, pemberhentian yang dilakukan pihak yayasan terhadap dirinya juga dinilai tidak relevan.

“Saya tidak mau banyak komentar, tapi silahkan tanya hal ini kepada kepada Iman Sampurna (salah satu dosen STKIP) bagaimana saya diberhentikan dengan prosedur yang tidak benar," ucao Madsidi.

BACA JUGA: Mantan Ketua STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Diduga Jual Aset Kampus

Ditemui, Iman berpendapat pemberhentian terhadap Madsidi sebagai Ketua STKIP Setia Budhi merupakan sikap arogan yayasan. Ia menyayangkan pemberhentian yang menurutnya tak mendasar tersebut.

"Hanya karena dia (Madsidi) meminjam uang yayasan kepada bendahara. Itu pun sudah dikembalikan. Tidak ada unsur korupsi,"

Tak bermaksud memihak Madsidi, namun kata Iman, tindakan yayasan yang sewenang-wenang tersebut dapat memicu kondisi kampus kembali tak kondusif.

“Pengangkatan Pak Madsidi sebagai Ketua STKIP dua tahun lalu kan untuk menyelamatkan kampus dari kekisruhan yang terjadi saat itu. Berkat dirinya, kampus kembali kondusif dan berkembang tanpa ada masalah serius," beber Iman.

BACA JUGA: Gara-gara Tertawa saat Belajar, Pelajar SMK Setia Budhi Rangkasbitung Dianiaya Guru

Iman mengaku, Madsidi akan mengambil langkah hukum atas keputusan yayasan yang dinilai sewenang-wenang. Terkait dengan jabatan Ketua STKIP yang kini dijabat oleh Plt, Iman tak mau mempersoalkan.

“Pak Habib. Saya tidak mau mempersoalkan ya, siapapun itu asal kampus kondusif," tandasnya.

Ketua Yayasan Setia Budhi Rangkasbitung, Suhardja tak ada di kantornya saat awak media akan mengkonfirmasi hal itu. Begitu juga saat dihubungi melalui handphonennya. Suara seorang perempuan di ujung telepon menyampaikan bahwa Suhardja tak bisa diganggu.

“Maaf bapak enggak bisa diganggu, sedang istirahat,” singkatnya.(Nda)

Ayoo Berlangganan Berita Kami