id

Jalan Rusak di Lebak, Warga Menulis di Kaca Mobil yang Berdebu; "Aweh Tiap Hari Begini Bu Bupati!"

By  Jul 07, 2017 | 10:30
Foto: Facebook/Yayasan Ishlahul Ummah Albantani

Lebak - Sudah tiga bulan, ruas Jalan Maulana Yusuf, di Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak dibiarkan rusak oleh pemerintah daerah setempat.

Pada musim kemarau, kerusakan jalan menyebabkan debu bertebaran. Sementara saat musim hujan, air menggenangi titik-titik kerusakan jalan.

Tak tahan dengan kondisi tersebut, sebuah akun facebook Yayasan Ishlahul Ummah Albantani memposting foto sebuah mobil yang dipenuhi oleh debu yang disebabkan debu jalan. Sebuah kalimat yanga ditujukan kepada Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya nampak jelas pada kaca depan mobil yang tertutup debu.

"Aweh tiap hari begini bu bupati!!!," begitu kalimat yang tertulis di kaca mobil yang diunggah akun Ummah, Jumat (7/7/2017).

Kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat jarak antara wilayah Aweh dengan pusat pemerintahan hanya 1 kilometer. Selain membahayakan pengguna kendaraan, warga khawatir, jika kerusakan dibiarkan berlarut-larut dapat menganggu kesehatan.

Akun Yayasan Ishlahul Ummah Albantani juga menandai postingannya kepada sejumlah pengguna medsos lainnya, dengan harapan keluhannya bisa mendapat perhatian dari dinas terkait.

"Dengan kerendahan hati Bpk ibu tolong sampein sama bu bupati. Ini sudah tiga bulan begini jalanan kebul (ngebul) kalo hujan becek minta ampun. TOLONG LAH SEGERA DIASPAL YG BENER KASIAN MASYARAKAT NANTI KENA ISPA. DOSA LAH PEMERINTAH. DESA AWEH 1km dari pusat kota alun2 Rangkasbitung. Mangga (silahkan) diteruskan, mudahan sampai ke bu bupati tercinta. Maaf bpk ibu yg ditag, kalau tida berkenan ya hapus saja," harap Ummah.

Postingan tersebut mengundang banyak komentar dari pengguna facebook lainnya.

"Iya udah banyak korban juga tuh. Kerikil berhamburan dan pengguna roda 2 jatuh ada juga yg meninggal," kata akun Riyadi.

Akun Hendra Yana berharap agar kerusakan jalan cepat ditangani. Namun kata dia, meski diperbaiki, kualitas jalan tak akan bertahan lama jika masih banyak truk pengangkut pasir basah melebihi tonase masih melintas.

"Ya mga mga aja cepet diperbaiki dibangun betonisasi. kalo pun di hotmix konstruktur jalan gak akan kuat lama. Dengan adanya truk yg melebihi tonase dan membawa pasir basah itu jg penyebab nya. Kita jg tdk bsa salah kan satu intansi," tuturnya.

Anggota DPRD Banten Sanuji Pentamarta turut berkomentar. Bakal calon bupati Lebak ini mengatakan, perlu ada kajian serius terhadap kerusakan jalan tersebut.

"Saya perhatikan sudah lama ruas tersebut tidak bagus.. Sering rusak kembali.. Mudah parah.. Perlu kajian serius.. Melibatkan banyak pihak termasuk dukungan masyarakat dan Pemerintah Desa..perbaikan segera.. Nampaknya perlu juga di perhatian serius drainase nya.. Di samping kualitas pembangunan jalan yang terbaik.. Bertahan lama.. Perencanaan, pembuatan, pengawasan dan pemeliharaan menjadi satu paket..," papar Sanuji melalui akun facebook Sanujisp.

"Saya perhatikan sudah lama runs tersebut tidak bagus.. Sering rusak kembali.. Mudah parah.. Perlu kajian serius.. Melibatkan banyak pihak termasuk dukungan masyarakat dan Pemerintah Desa..perbaikan segera.. Nampaknya perlu juga di perhatian serius drainase nya.. Di samping kualitas pembangunan jalan yang terbaik.. Bertahan lama.. Perencanaan, pembuatan, pengawasan dan pemeliharaan menjadi satu paket,"tulis Akun Facebook SanujiSp anggota DPRD Provinsi Banten.

Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Lebak, Entoy Saepudin mengaku, kerusakan jalan tersebut sudah pernah diperbaiki.

"Tidak mungkin perbaikan dilakukan dengan pengaspalan karena kendaraan yang melintas juga melebihi kapasitas. Jadi, pada tahun 2018 akan dibetonisasi dan itu prioritas," terangnya.(Nda)

Ayoo Berlangganan Berita Kami