id

Gusur PKL Tanpa Solusi, GMNI Ragukan Komitmen Irna Tanggulangi Kemiskinan

By  Jul 08, 2017 | 21:22
Satpol PP saat menertibkan PKL di pasar Pandeglang. (Dok. Banten Hits)

Pandeglang - Pemkab Pandeglang menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sehari-harinya mencari nafkah di alun-alun. Alih-alih untuk mempercantik kota, penertiban para pedagang justru menimbulkan persoalan baru.

Digusur Satpol PP, para pedagang dipindahkan ke lahan milik Perum Perhutani. Persoalan kemudian muncul, pedagang mengeluh karena merasa omzet penjualannya menurun drastis.

BACA JUGA: PKL di Pandeglang Mengeluh Direlokasi ke Lahan Perhutani

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, mengatakan, PKL akan dipindahkan ke gedung juang lantaran di Perhutani hanya bersifat sementara. Namun, Kepala Disperindag Pandeglang, Tatang Efendi kurang sepakat jika PKL berjulan di lokasi tersebut karena dianggap tak representatif.

BACA JUGA: Nasib PKL di Pandeglang Terkatung-katung

Aktivis GMNI, Indra Aidit Patiwara menyayangkan langkah Pemkab Pandeglang menertibkan PKL tanpa dibarengi solusi konkrit. Terkatung-katungnya PKL akibat pemerintah daerah yang tak siap menyiapkan lahan akan menimbulkan persoalan baru.

"Sediakan dulu tempat buat mereka, jangan setelah digusur baru mencari tempat, bisa hilang hak mereka. Mereka juga butuh kenyamanan tanpa digusur agar tenang mencari nafkah," kata Indra, Sabtu (8/7/2017).

Kata dia, menggusur PKL tanpa solusi akan menyebabkan kemiskinan Komitmen Irna menaggulagi kemiskinan di Pandeglang yang menjadi jargon saat masa kampanye pun diragukan.

"Memberikan peluang usaha bagi masyarakat dan melindungi pedagang kecil. Tapi sayang, ini hanya jadi retorika saja," tandasnya.(Nda)

Ayoo Berlangganan Berita Kami