id

Kasi Pidsus Tangerang Penyidik Kasus Pasar Babakan Dipindah

By  Agu 09, 2017 | 10:11
FOTO Ilustrasi: Google.com

Tangerang - Penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan pemanfaatan lahan negara milik Kementerian Hukum dan HAM yang dijadikan Pasar Babakan, di Cikokol, Kota Tangerang oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang diduga akan terhenti.

Alih-alih akan segera tuntas, penyelidikan kasus yang sudah 10 bulan ditangani Korps Adhyaksa ini kini menghadapi masalah baru. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tangerang Teungku Firdaus yang memimpin penyelidikan kasus yang melibatkan nama-nama besar di Banten ini kini telah diipindahtugaskan.

"Saya sudah dua minggu bertugas di Lampung. Saya belum tahu pengganti saya (di Kejari Tangerang)," kata Firdaus saat dihubungi Banten Hits, Selasa (8/8/2017).

Dalam wawancara off the record dengan Banten Hits pertengahan Juli 2017, Firdaus mengungkapkan perjalanan dan perkembangan penyelidikan Pasar Babakan sejak ditanganinya pada November 2016 hingga ia dipindahtugaskan.

Kepala Kejari Tangerang Edward Kaban menolak berkomentar seputar perkembangan terbaru kasus Pasar Babakan, termasuk terkait kepindahan Firdaus ke Lampung. Beberapa kali upaya konfirmasi Banten Hits tak direspons Edward Kaban.

Sebelumnya, Yogi Yogaswara yang dikenal publik sebagai 'Bos TangCity' telah mengungkap dalam berita acara pemeriksaan (BAP) ke penyidik Kejari Tangerang pihak-pihak yang selama ini rutin menerima aliran dana dari Pasar Babakan.

"Yogi sudah buka semua. Dia tidak mau masuk (penjara) sendiri," kata sumber Banten Hits dalam wawancara by phone, Jumat (8/7/2017).

BACA JUGA: Bos TangCity Disebut Ungkap dalam BAP Aliran Dana Pasar Babakan ke Pejabat

Kepada Banten Hits, Yogi mengakui dirinya sudah lima kali diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Tangerang terkait kasus Pasar Babakan.

"Iya diperiksa. Bolak-balik. Sudah lima kali (diperiksa)," kata Yogi lewat telepon selulernya, Rabu (12/7/2017).

Namun, Yogi tak menjawab secara tegas saat ditanya sudah mengungkap nama-nama pejabat yang mendapat aliran dana dari Pasar Babakan dalam BAP.

"Pokoknya semuanya bagaimana baiknya (sudah dijelaskan ke penyidik). Saya juga tidak berminat mengelola (Pasar Babakan lagi). Saya harus serahkan ke pemda, pemdanya belum siap," terang Yogi.(Rus)

Darussalam J. S

Memulai karir jurnalistik pada tahun 2003 di harian Fajar Banten (sekarang Kabar Banten, grup Pikiran Rakyat). Pernah bekerja di Global TV selama 2005-2013 dan di Info TV selama setahun. Darussalam juga pernah menerbitkan buku jurnalistik berjudul, "Korupsi Kebebasan, Kebebasan Terkorupsi". Kemudian dia mendirikan situs berita Banten Hits, 11 Februari 2013.

Ayoo Berlangganan Berita Kami