id

Se Jit Dewi Kwan Im, Altar Ma Kwan Im Pho Sat: Tunjukkan Kebhinekaan

By  Jul 17, 2017 | 12:34
Foto: Banten Hits/Yogi Triandono

Tangerang - Tak kurang 500 orang sambil membawa 11 iring-iringan singgasana patung dewa-dewi memperingati Se Jit Dewi Kwan Im yang digelar Altar Ma Kwan Im Pho, di sepanjang Jalan Kampung Melayu, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Minggu (16/7/2017).

Se Jit Dewi Kwan Im merupakan peringatan hari kelahiran Dewi Kwan Im yang dimaknai sebagai lahirnya welas asih. Longmarch yang dilakukan merupakan acara puncak yang sebelumnya telah digelar persembahyangan sejak tanggal 12 Juli 2017 lalu.

"Hari kelahiran Dewi Kwan Im ini maknanya kita memperingati atas kebesaran Dewi Kwan Im dengan welas asihnya," ujar Rudiyanto Lee,  Ketua Altar Ma Kwan Im Pho Sat.

Selain itu, peringatan tersebut kata Rudi juga sekaligus ingin menunjukkan kerukunan antar umat beragama. Apalagi kata Rudi, belakangan ini Indonesia tengah diterjang isu intoleransi.

"Kirab budaya nusantara yang juga kita gelar ini sekaligus untuk menunjukkan kebhinekaan dimana umat bersatu demi keutuhan NKRI," jelas Rudi.

Singgasana yang diarak sambil menari sambung Rudi melambangkan kegembiraan. Terdapat pula, tiga Tang Sin atau mediator dewa-dewa warga Tionghoa di mana tubuhnya ditusuk oleh benda tajam selama melakukan longmarch. Salah satu yang menjadi Tang Sin adalah Rendy.

"Menjadi Tang Sin kan pilihan dewa, tergantung dewanya siapa yang dia pilih, siapapun bisa asal hatinya bersih," tuturnya.

Ia mengaku saat Dewa Y.M.S Kwan Tee Kun yang merupakan dewa perang masuk ke dalam tubuhnya, ia tidak merasakan sakit saat benda tajam menusuk bibirnya.

"Saat sudah dimasuki dewa tidak merasakan sakit apa-apa, karena kan dewa yang punya kuasa atas diri kita, paling saat udahannya saja baru terasa sakit," akunya.

Selain Dewa Y.M.S Kwan Tee Kun, dewa lain yang memasuki tiga peserta lain adalah Dewa Tjie Thian Ta Shen yang biasa dikenal dengan Kera Sakti dan Dewa Erlang yang juga merupakan dewa perang.

"Berapa orang yang dapat dimasuki dewa itu tergantung Dewanya sendiri, jadi kita tidak bisa tentukan sendiri," katanya.

Ia berharap, melalui peringatan tersebut membawa berkah bagi seluruh umat manusia. Tidak hanya bagi umat Tionghoa melainkan bagi semua umat di dunia.

"Semoga semua umat berbahagia dan Indonesia dijaga karena ini adalah kelahiran dewi welas asih," imbuhnya.(Nda)

Yogi Triandono

Pria asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang ini memulai karir jurnalistik di Banten Hits. Dia menekuni dunia jurnalistik sesuai disiplin ilmu yang diperoleh semasa kuliah di Universitas Budi Luhur. Yogi juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap dunia seni dan sastra.

Ayoo Berlangganan Berita Kami




Liputan Terkini BITV

Korban Gusuran Tidur di Kuburan

Jumat, 08 Des 2017 11:02 109

Korban Gusuran Tidur di Kuburan

Warga Panunggangan Barat Digusur

Kamis, 07 Des 2017 13:53 84

Warga Panunggangan Barat Digusur

Peringatan Maulid Nabi di PDAM TKR

Senin, 04 Des 2017 14:20 108

Peringatan Maulid Nabi di PDAM TKR

Perahu Nelayan Rusak Dihantam Gelombang

Jumat, 01 Des 2017 11:37 166

Perahu Nelayan Rusak Dihantam Gelombang