PegiPegi
id

Pegiat Pariwisata Banten Gembira Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas

By  Nov 21, 2017 | 07:57
Wagub Banten Andika Hazrumy bersama pengurus PHRI Banten. (Foto: Istimewa)

Serang - Pegiat pariwisata Banten yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten gembira Pemerintah Provinsi Banten melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) telah menetapkan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dalam tiga tahun ke depan.

Kebijakan Pemprov Banten ini selaras dengan upaya pemerintah pusat yang tengah menjadikan pariwisata sebagai lokomotif perekonomian, baik secara nasional maupun di daerah.

Demikian disampaikan Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar usai rombongan PHRI Banten beraudiensi dengan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Kantor Wakil Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (20/11/2017).

“Tadi Pak Wagub (Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy) bilang ke kami, bahwa di dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka mennengah daerah) yang baru telah ditetapkan kalau pembangunan infrastruktur adalah prioritas pemprov dalam 3 tahun ke depan,” kata Ashok.

Menurut Ashok, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai merupakan faktor utama dalam menyelenggarakan pelayanan pariwisata. Jalan yang baik dan layak akan memangkas jarak tempuh dan biaya perjalanan para wisatawan, yang merupakan aktor utama yang dipertimbangakn wisatawan dalam memilih destinasi wisata. 

“Oleh sebab itu, kami sangat gembira mendengar pemprov yang all out dengan infrastruktur jalan dalam 3 tahun ke depan ini,” imbuhnya.

Diakui Ashok, salah satu kendala pariwisata di Banten selama ini adalah soal ketersediaan jalan yang kurang menunjang. Kondisi jalan yang kurang baik membuat sejumlah lokasi wisata di Banten kerap mengalami kemacetan di masa-masa puncak liburan. 

“Belum lagi, masih banyak destinasi wisata di Banten yang pada akhirnya nyaris tak tersentuh karena kenala jalan ini,” ujarnya.

Wagub Banten Andika Hazrumy mengatakan, cara pandang pelaku pariwisata dan semua stakeholder pariwisata termasuk pemerintah dalam memandang pariwisata memang harus mengikuti perkembangan zaman.

“Kita cermati kan sekarang bagaimana misalnya wisata itu sudah menjadi kebutuhan kaum milenial yang mungkin sebelumnya tidak dibidik, karena selama ini kita membidik kalangan yang lebih mampu. Faktanya sekarang kaum milenial dengan backpacker-nya misalnya yang memenuhi tempat-tempat wisatwan hampir sepanjang tahun. Nah bagaimana ini melayani mereka, kan tentu caranya berbeda dari sebelumnya,” papar Andika.

Lebih jauh Andika juga mengatakan, definisi destinasi pariwisata saat ini juga telah mengalami perubahan. Dia mencontohkan, jika sebelumnya wisatawan datang ke destinasi wisata untuk menikmati keindahan alam dan atraksi kebudayaan saja, kini fakta menunjukkan bahwa sebuah lokasi yang hanya bagus untuk tempat berswafoto atau selfie, justru bisa menyedot wisatawan.

 “Ini kan kaitannya dengan kreatifitas berarti. Jadi bagi satu daerah yang bahkan tidak punya potensi keindahan lam saja sekarang ini bisa jadi primadona pariwisata,” uajranya.(Rus)