PERSONA

Tangerang - Seorang anggota kepolisian di Tangerang rela menisihkan sebagian gajinya untuk membedah rumah seorang lansia atas nama Sawani (62) warga Kampung Serdang RT 06/02, Desa Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/11/2017).

Tangerang - Rizky Risma Widiyani (19), kapten tim futsal putri Kecamatan Curug berhasil mengantarkan timnya meraih medali emas Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) IV Tangerang 2017, Kamis (12/10/2017). Berkat dua gol yang ia cetak di partai final melawan Kecamatan Panongan, membuat timnya meraih kemenangan.

Nama lengkap anak muda ini Erlan Felany Fazry. Siapa sangka, di usianya yang masih tergolong muda, tersimpan tekad untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di kampung halamannya di kaki Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang dengan cara membaca.

Diperbarui Sabtu, 07 Oktober 2017 12:47

 

Fotografi buat Chandra Sanusi tak hanya sekadar ritus untuk mengejar pundi-pundi semata. Jauh dari itu, fotografi bagi Chandra Sanusi merupakan panggilan hati. Karenanya, aktivitas fotografi masih setia dilakoni Chandra Sanusi meski gerak fisik sudah tak gesit lagi.

Tangerang - Menjadi seorang narapidana bukan menjadi cita-cita bagi semua orang. Terkurung di dalam sebuah lingkup sempit dan tak bisa banyak bersosialisasi dengan masyarakat, mungkin merupakan bagian terburuknya. Terlebih, jika berada di negara asing yang tidak kita kenal.

Sekilas tidak ada yang berbeda dari ruko bernomor C 28/25, Golden Road, CBD BSD, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini.

Yang membedakan ruko tersebut dengan ruko lainnya hanyalah sebuah plang sekira 2,5 x 1 meter yang terpasang di dinding luar atas ruko. "Museum Pustaka Tionghoa Peranakan", begitulah tulisan pada plang dengan warna dasar merah bermotif khas Tionghoa ini.

Memasuki Museum Pustaka Tionghoa Peranakan, segera saja mata akan tertuju kepada deretan literatur tua tentang Tionghoa dari berbagai negara dengan tahun terbitan beragam, mulai dari tahun terbitan 1700.

Yang menarik dari Museum Pustaka Tionghoa Peranakan bukan hanya literatur kuno di dalamnya, melainkan juga sosok Azmi alias Daud (44), pemilik museum ini. Pria lulusan teknik sipil Institut Teknologi Indonesia ini sama sekali tak memiliki keturunan Tionghoa. Dia muslim asal Aceh.       

Museum Pustaka Tionghoa Peranakan ini didirikan Daud pada 7 Januari 2016. Berawal dari hobinya membaca buku, pengusaha buku bekas, buku langka, dan mie aceh ini mengumpulkan berbagai macam buku, mulai dari buku bekas santai hingga buku-buku langka yang memiliki nilai jual tinggi. 

Karena banyak buku-buku berharga yang tidak ingin dijual, Azmi kemudian berinisiatif membuat Museum Pustaka Tionghoa Peranakan, agar literatur tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa harus menjualnya.

"Museum ini merupakan bagian dari literatur langka yang saya kumpulkan, karena jika dijual susah lagi mencarinya. Namun saya ingin literatur tersebut dapat diakses masyarakat banyak, maka terciptalah museum ini," kata Azmi dalam perbincangan dengan wartawan Banten Hits/BTV Yogi Triandono dan juru kamera Muhammad Wildan, Kamis (19/1/2017). 

Diperbarui Jumat, 03 Februari 2017 16:11