id

Geliat Erlan Felany; Membangun Semangat Literasi dari Kaki Gunung Pulosari

By  Jun 06, 2017 | 09:41
Erlan Felany Fazry saat mengajar membaca kepada anak-anak di TBM Saung Cerdas.(Banten Hits/ Engkos Kosasih)

 

Nama lengkap anak muda ini Erlan Felany Fazry. Siapa sangka, di usianya yang masih tergolong muda, tersimpan tekad untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di kampung halamannya di kaki Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang dengan cara membaca.

Jika terpaku pada berbagai keterbatasan yang dimiliki Desa Karyawangi, Kecamatan Pulosari, tekad Erlan seolah seperti hendak menegakkan benang basah. Tapi, berkat kegigihannya, tekad itu kini mulai mewujud. Taman Baca Masyarakat (TBM) Saung Cerdas kini hadir menjadi oase bagi kekeringan literasi di kampung itu.

"Ya, kasihan aja lihatnya. Saya khawatir kelak anak-anak kurang pengetahuan lantaran kurangnya minat baca tersebut. Dan jika dari usia dini sudah ditanamkan minat untuk membaca, insya Allah setelah dewasa pun akan terus membaca," kata Erland membuka obrolan dengan Banten Hits, Sabtu (3/6/2017).

Erlan mengaku, awalnya sangat sulit mengajak anak-anak dan masyarakat untuk mau membaca di TBM Saung Cerdas, lantaran anak-anak dan masyarakat belum begitu paham soal keberadaan TBM tersebut.

"(Karena bentuk bangunannya) kan (terlihat) seperti pos ronda. Jadi masarakat pikir ini (TBM Saung Cerdas) tempat nongkrong atau meronda. Ditambah lagi buku-bukunya di sini belum begitu banyak. Bukunya kan sisa saat saya kuliah dulu dan minta ke teman-teman buku yang sudah tidak dipakai," ujarnya.

Menurut Erlan, pada April 2017 lalu, dirinya pernah meminta buku kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten dari Fraksi Partai Golkar, Siti Erna Nurhayati. Namun belum ada respons karena istri dari mantan Bupati Pandeglang Erwan kutubi itu mendapat informasi dari dinas terkait yang belum bisa memberikan buka karena belum ada hibah dan buku masuk dalam aset Pemda Kabupaten Pandeglang.

Karena kondisi itu, Siti Erna Nurhayati pun berjanji dirinya akan menyumbangkan buku dari kantong pribadinya.

"Iya, bu dewan lewat pesan WhatsAppnya akan memberikan buku, tapi sampai saat ini belum ada buku yang dijanjikannya tersebut, karena kata beliau masih sibuk katanya jadi belum sempat," papar Erlan sambil menunjukkan pesan WhatsApp dari Erna.

Meski buku-buku yang ada di TBM Saung Cerdas masih terbatas, hal itu tidak menyurutkan niat Erlan untuk terus memenuhi kebutuhan buku anak-anak. Program Kerja (Proker) Saung Cerdas ke depannya pun tidak hanya membaca saja, melaikan juga digelar diskusi mingguan.

“Walaupun dengan fasilitas seadanya, buku–buku kami belum lengkap, akan tetapi saya berharap minat baca anak-anak tetap tinggi," harapnya.(Rus)